Wawasan Polewali – Warga Desa Sulewatang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) melayangkan protes terhadap pemasangan jaring besi di aliran sungai yang melintasi wilayah mereka. Pemasangan tersebut dinilai mengganggu aliran air, berpotensi memicu banjir, serta menghambat aktivitas warga yang selama ini memanfaatkan sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
Aksi protes warga mencerminkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan keselamatan permukiman, terutama saat debit air sungai meningkat pada musim hujan.
Warga Khawatir Aliran Sungai Tersumbat
Warga menyampaikan bahwa pemasangan jaring besi di badan sungai berpotensi menyebabkan penyumbatan aliran air, terutama saat sungai membawa material seperti sampah, kayu, dan lumpur. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko luapan air ke permukiman warga.
Menurut warga, sungai selama ini menjadi jalur alami aliran air dari hulu ke hilir, sehingga perubahan struktur di dalamnya harus dikaji secara matang.
Dinilai Mengancam Keselamatan dan Lingkungan
Selain potensi banjir, warga menilai pemasangan jaring besi dapat mengancam keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak yang kerap beraktivitas di sekitar sungai. Jaring besi dianggap berbahaya jika tersentuh atau terbawa arus saat debit air meningkat.
Warga juga menyoroti dampak lingkungan, termasuk terganggunya ekosistem sungai dan pergerakan biota air yang selama ini hidup di aliran tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Warga-di-Kelurahan-Sulewatang-Polman-protes-jaring-di-kolom-jembatan.jpg)
Baca juga: Isra Mikraj di Masjid Pancasila Lantora, Bupati Polman Tekankan Peran Masjid dalam Ekonomi Umat
Minim Sosialisasi Jadi Sorotan
Salah satu poin utama dalam protes warga adalah minimnya sosialisasi sebelum pemasangan jaring besi dilakukan. Warga mengaku tidak pernah dilibatkan atau diberi penjelasan mengenai tujuan, fungsi, serta dampak dari pemasangan tersebut.
Menurut warga, setiap kegiatan yang menyangkut aliran sungai dan lingkungan sekitar seharusnya dikomunikasikan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan keresahan.
Minta Pemerintah Turun Tangan
Warga Sulewatang meminta pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten untuk turun tangan dan meninjau langsung kondisi di lapangan. Mereka berharap ada penjelasan resmi terkait pemasangan jaring besi serta kajian teknis yang menjamin keamanan dan kelestarian lingkungan.
Warga juga meminta agar pemasangan tersebut dihentikan sementara hingga ada kejelasan dan kesepakatan bersama.
Dorong Evaluasi dan Kajian Teknis
Masyarakat mendesak dilakukan evaluasi dan kajian teknis terhadap keberadaan jaring besi di aliran sungai. Kajian tersebut diharapkan melibatkan pihak terkait, seperti dinas teknis, ahli lingkungan, serta perwakilan warga.
Evaluasi diperlukan untuk memastikan bahwa pemasangan tidak melanggar aturan, tidak membahayakan lingkungan, dan tidak merugikan masyarakat sekitar.
Harapan Solusi yang Tidak Merugikan Warga
Warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan atau upaya pengelolaan sungai, namun menginginkan solusi yang aman, transparan, dan tidak merugikan masyarakat. Setiap kebijakan diharapkan mempertimbangkan aspek keselamatan, lingkungan, dan kepentingan warga setempat.
Masyarakat berharap pemerintah dapat memfasilitasi dialog antara pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terbaik.
Komitmen Jaga Ketertiban dan Lingkungan
Protes yang disampaikan warga dilakukan secara tertib sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan bersama. Warga berharap aspirasi mereka dapat didengar dan ditindaklanjuti secara serius oleh pihak berwenang.
Dengan adanya perhatian dari pemerintah, warga Sulewatang berharap aliran sungai tetap terjaga fungsinya sebagai sumber kehidupan tanpa menimbulkan ancaman bagi permukiman dan lingkungan sekitar.





