Wawasan Polewali – Ratusan warga Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), menggelar aksi unjuk rasa di kantor bupati, Jumat (12/9/2025). Mereka menuntut pemerintah segera memperbaiki jalan rusak sepanjang 18 kilometer yang selama bertahun-tahun tak kunjung mendapat perhatian.
Jalan Rusak Jadi Keluhan Bertahun-Tahun
Aksi ini merupakan puncak kekesalan warga setelah kondisi jalan poros Alu yang menghubungkan antar-desa semakin parah. Jalan penuh lubang, berlumpur saat musim hujan, dan berdebu ketika kemarau, sehingga membahayakan pengendara sekaligus menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Sudah lebih dari 10 tahun jalan ini rusak, kami hanya dijanjikan akan diperbaiki, tapi faktanya tidak ada perubahan. Kami sudah lelah dengan janji,” tegas Arman, salah seorang tokoh pemuda Alu dalam orasinya.
Akses Ekonomi dan Pendidikan Terhambat
Warga menyebut jalan tersebut vital bagi kegiatan sehari-hari, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses anak sekolah, hingga layanan kesehatan. Dengan kondisi jalan yang rusak, biaya transportasi meningkat, sementara banyak anak terpaksa terlambat ke sekolah karena sulitnya dilalui kendaraan.
“Kalau ada orang sakit, sangat sulit dibawa ke rumah sakit. Jalan rusak ini benar-benar menyengsarakan kami,” keluh Nurhayati, warga Desa Batulaya.
Tuntutan Warga kepada Bupati
Dalam aksinya, warga membawa spanduk bertuliskan “Perbaiki Jalan Kami” dan “Bupati Harus Peka dengan Penderitaan Rakyat”. Mereka mendesak Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar, segera turun langsung melihat kondisi lapangan dan memasukkan proyek perbaikan jalan Alu ke prioritas anggaran.

Baca juga: Air PDAM Mati Mendadak, Pelanggan Wai Tipalayo Keluhkan Layanan Tanpa Pemberitahuan
“Kami hanya minta hak dasar kami sebagai warga. Infrastruktur jalan adalah urat nadi pembangunan. Kalau jalan bagus, ekonomi juga bisa tumbuh,” ujar Jamaluddin, koordinator aksi.
Respons Pemerintah Daerah
Menanggapi aksi ini, perwakilan Pemkab Polman menerima aspirasi warga dan berjanji menyampaikannya langsung kepada bupati. Namun, warga menegaskan mereka tidak ingin sekadar mendengar janji, melainkan ingin ada kepastian jadwal perbaikan jalan.
“Kami akan kawal terus. Kalau tidak ada langkah nyata, kami akan kembali turun dengan jumlah massa lebih besar,” ancam warga sebelum membubarkan diri dengan tertib.
Jalan Rusak Jadi Persoalan Klasik
Kerusakan jalan di wilayah Alu bukanlah isu baru. Beberapa kali aspirasi warga disuarakan melalui musrenbang maupun reses anggota DPRD, namun hingga kini belum terealisasi. Kondisi ini membuat warga merasa dianaktirikan dibanding daerah lain yang infrastrukturnya lebih cepat diperbaiki.
“Alu ini juga bagian dari Polman, jangan hanya pusat kota yang diperhatikan,” seru salah seorang orator.
Harapan Warga
Meski kesal, warga tetap berharap pemerintah benar-benar mendengar jeritan mereka. Bagi masyarakat Alu, perbaikan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menyangkut masa depan generasi muda serta kemajuan daerah.
“Kami ingin anak-anak kami bisa sekolah dengan layak, petani bisa menjual hasil panen dengan mudah, dan warga bisa hidup lebih baik. Itu semua bisa terwujud kalau jalannya diperbaiki,” pungkas Arman.





