, , , ,

Soroti MBG di Polman, Ketum APPMBGI Tekankan Pengawasan dan Dampak Lingkungan

oleh -80 Dilihat

Wawasan Polewali – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pelaku Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat, baik dari sisi kualitas pelaksanaan program maupun dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Penegasan tersebut disampaikan sebagai respons atas besarnya skala program MBG yang menyentuh banyak sekolah dan melibatkan rantai distribusi pangan dalam jumlah besar.

MBG Program Strategis Nasional

Ketum APPMBGI menilai MBG merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda. Karena itu, pelaksanaannya harus dilakukan secara serius, transparan, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas makanan, keamanan pangan, serta keberlanjutan lingkungan.

Pengawasan Jadi Kunci Keberhasilan

Dalam pelaksanaan di daerah seperti Polman, Ketum APPMBGI menegaskan bahwa pengawasan harus menjadi prioritas utama. Pengawasan diperlukan mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan makanan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.

Ia mengingatkan bahwa lemahnya pengawasan berpotensi menimbulkan masalah, seperti kualitas makanan yang tidak sesuai standar gizi, pengelolaan yang tidak higienis, hingga penyalahgunaan anggaran.

“Pengawasan yang kuat akan memastikan MBG benar-benar memberi manfaat maksimal bagi anak-anak,” ujarnya.

APPMBGI
APPMBGI

Baca juga: Mahasiswa Desak Kejari Segera Umumkan Tersangka Dugaan Korupsi Hibah KONI Polman

Dampak Lingkungan Tak Boleh Diabaikan

Selain aspek gizi dan pengawasan, Ketum APPMBGI juga menyoroti dampak lingkungan dari pelaksanaan MBG. Program berskala besar ini berpotensi menghasilkan limbah, terutama dari kemasan makanan dan sisa bahan pangan.

Ia mendorong agar pelaksana MBG di Polman menerapkan konsep ramah lingkungan, seperti penggunaan kemasan yang dapat didaur ulang, pengelolaan sampah yang baik, serta meminimalkan sisa makanan.

“Program gizi jangan sampai justru menimbulkan persoalan lingkungan baru,” tegasnya.

Libatkan Pelaku Lokal dan UMKM

Ketum APPMBGI juga menekankan pentingnya melibatkan pelaku usaha lokal dan UMKM dalam rantai pasok MBG. Menurutnya, keterlibatan pelaku lokal tidak hanya memperkuat ekonomi daerah, tetapi juga memudahkan pengawasan serta mengurangi jejak karbon distribusi.

Dengan bahan pangan lokal yang segar dan mudah dijangkau, kualitas makanan dapat lebih terjaga sekaligus mendukung petani dan pelaku usaha setempat.

Peran Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Ia berharap pemerintah daerah di Polman dapat berperan aktif dalam mengawal pelaksanaan MBG, mulai dari regulasi, pengawasan lapangan, hingga evaluasi berkala. Selain itu, partisipasi masyarakat dan pihak sekolah juga dinilai penting sebagai bagian dari kontrol sosial.

Sinergi antara pemerintah, pelaksana program, dan masyarakat diyakini dapat mencegah berbagai potensi persoalan sejak dini.

Dorong MBG yang Berkualitas dan Berkelanjutan

Ketum APPMBGI menegaskan bahwa tujuan utama MBG adalah menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Oleh karena itu, program ini harus dijalankan dengan prinsip kualitas, transparansi, dan keberlanjutan.

Ia berharap pelaksanaan MBG di Polman dapat menjadi contoh baik, tidak hanya dalam peningkatan gizi anak, tetapi juga dalam penerapan pengelolaan yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.