Wawasan Polewali – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman) terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di berbagai wilayah. Langkah terbaru yang ditempuh adalah dengan beralih ke sistem pengolahan sampah modern menggunakan teknologi incinerator.
Bupati Polman, bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH), turun langsung meninjau uji coba operasional incinerator di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlokasi di Kecamatan Wonomulyo, pada Rabu (tanggal disesuaikan).
Teknologi Baru untuk Polman yang Lebih Bersih
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Polman menjelaskan bahwa penggunaan incinerator merupakan terobosan baru dalam pengelolaan sampah daerah. Teknologi ini memungkinkan pengolahan sampah secara cepat, efisien, dan ramah lingkungan dibandingkan dengan sistem konvensional yang hanya menumpuk dan menguruk sampah di TPA.
“Dengan adanya incinerator ini, kita tidak hanya mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga mengubah paradigma pengelolaan sampah menjadi lebih modern dan berkelanjutan,” ujar Bupati Polman.
Ia menambahkan bahwa sistem ini akan menjadi bagian dari upaya Polman untuk menjadi kabupaten hijau dan bersih, sejalan dengan visi pemerintah dalam mendukung pembangunan berwawasan lingkungan.
Hasil Uji Coba Dinilai Memuaskan
Berdasarkan hasil uji coba awal, incinerator tersebut mampu membakar ratusan kilogram sampah per jam dengan emisi yang relatif rendah. Tim teknis dari DLH Polman menyebutkan bahwa proses pembakaran dilakukan dengan sistem tertutup, sehingga minim asap dan tidak menimbulkan polusi udara yang berlebihan.
“Mesin ini dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan. Sisa pembakaran bisa diolah menjadi material padat yang aman, bahkan bisa dimanfaatkan untuk bahan konstruksi tertentu,” ungkap salah satu staf teknis DLH Polman.

Baca juga: TPU di Takatidung Polman Hancur Diterjang Gelombang Pasang, Warga Desak Pemerintah Bangun Tanggul
Solusi Atasi Penumpukan Sampah
Selama ini, penumpukan sampah di beberapa kecamatan di Polman menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Volume sampah rumah tangga yang terus meningkat tidak sebanding dengan kapasitas pengelolaan konvensional.
“TPA kita sudah mulai penuh. Kalau tidak ada inovasi, ini bisa menjadi masalah lingkungan serius. Karena itu, incinerator adalah salah satu solusi paling realistis,” ujar Bupati.
Ia juga menegaskan bahwa penerapan sistem pengolahan modern ini akan diiringi dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya, agar kinerja sistem semakin optimal.
Rencana Pengembangan Tahap Berikutnya
Pemkab Polman berencana memperluas penggunaan incinerator ke beberapa wilayah lain, terutama di kawasan padat penduduk dan area pasar. Saat ini, tim DLH sedang melakukan evaluasi teknis dan analisis kelayakan agar sistem ini bisa diterapkan secara bertahap.
“Kami tidak ingin terburu-buru. Semua harus melalui kajian mendalam, termasuk aspek keamanan, lingkungan, dan efisiensi energi,” jelas Kepala DLH Polman.
Selain itu, pemerintah daerah juga menjajaki kerja sama dengan pihak swasta dan perguruan tinggi untuk mengembangkan model pengolahan sampah terpadu yang mengombinasikan teknologi incinerator, pengomposan organik, dan daur ulang plastik.
Dukungan dari Masyarakat dan DPRD
Langkah Pemkab Polman mendapat sambutan positif dari masyarakat dan kalangan DPRD. Banyak pihak menilai bahwa penerapan teknologi ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi momok di kawasan perkotaan.
“Kami mendukung penuh upaya ini. Tapi kami juga minta agar pemerintah tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar salah satu anggota DPRD Polman.
Menuju Kabupaten Bebas Sampah
Dengan penerapan teknologi incinerator, Pemkab Polman berharap dapat mengurangi ketergantungan pada sistem pembuangan tradisional, sekaligus meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan.
“Ini langkah awal menuju Polman yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kami ingin menjadi contoh bagi daerah lain di Sulawesi Barat dalam hal inovasi pengelolaan sampah,” tutup Bupati.





