Wawasan Polewali — Pemerintah Daerah Kabupaten Polewali Mandar (Pemda Polman) bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda wilayah Kenje, Kecamatan Campalagian. Begitu air mulai surut pada Senin dini hari, seluruh perangkat daerah terkait dikerahkan untuk melakukan aksi pemulihan, mulai dari pembersihan material lumpur hingga penanganan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi itu menggenangi permukiman warga dan fasilitas publik, menyisakan material lumpur serta sampah yang cukup tebal di sejumlah titik.
Satpol PP, BPBD, dan DLHK Turun ke Lapangan
Dalam operasi pemulihan ini, Pemda Polman mengerahkan beberapa instansi sekaligus, di antaranya Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta Dinas Kesehatan.
Satpol PP dikerahkan untuk membantu pengamanan lokasi dan memastikan proses pembersihan berjalan tertib. Sementara BPBD fokus pada identifikasi kerusakan, pemetaan titik terdampak, dan distribusi bantuan darurat kepada warga yang memerlukan.
Di sisi lain, DLHK menurunkan armada kebersihan, termasuk truk pengangkut sampah dan pasukan penyapu jalan. Mereka membersihkan tumpukan lumpur, ranting pohon, dan sampah yang terbawa arus banjir.
“Penanganan pasca banjir tidak bisa dilakukan satu instansi saja. Semua harus bergerak bersama agar kondisi cepat pulih seperti semula,” ujar salah satu pejabat Pemda Polman.
Fokus Utama: Pembersihan Rumah Warga dan Fasilitas Umum
Tim gabungan langsung menyasar permukiman warga yang terdampak paling parah. Petugas membantu mengeluarkan lumpur dari rumah-rumah, membersihkan saluran air, serta memperbaiki akses jalan yang tertutup material.
Fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan balai pertemuan juga menjadi prioritas, mengingat aktivitas masyarakat harus segera berjalan normal.
Dinas Kesehatan Polman turut menurunkan petugas untuk melakukan penyemprotan disinfektan serta memberikan vitamin dan penyuluhan kesehatan kepada warga. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi wabah penyakit pasca banjir, terutama diare dan infeksi kulit.

Baca juga: Lansia Penderita Kanker di Polman Hidup Memprihatinkan, Dirawat Seadanya, Butuh Pertolongan
Pemda Polman Siapkan Bantuan untuk Warga
Selain pembersihan, Pemda Polman menyiapkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, serta perlengkapan kebersihan. Bantuan ini ditujukan untuk membantu warga yang barang-barang pokoknya rusak akibat terendam banjir.
Beberapa warga mengaku terbantu dengan kehadiran petugas yang langsung membantu tanpa menunggu instruksi tambahan.
“Kami tidak sendirian. Pemerintah tanggap turun cepat, itu sangat melegakan,” ujar seorang warga Kenje.
Normalisasi Saluran dan Mitigasi Banjir Menjadi Agenda Lanjutan
Setelah tahap pemulihan awal selesai, Pemda Polman akan melanjutkan program normalisasi saluran air serta pembersihan drainase yang tersumbat. Upaya mitigasi jangka panjang akan dibahas melalui koordinasi lintas sektor, termasuk rencana perbaikan infrastruktur drainase dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim hujan.
Pemerintah daerah mengingatkan warga untuk tetap waspada karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Upaya Bersama Demi Pemulihan Cepat
Pemulihan pasca banjir di Kenje ini menunjukkan komitmen Pemda Polman dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat. Dengan mengerahkan berbagai instansi sekaligus, pemerintah berharap kondisi lingkungan dan aktivitas warga segera kembali normal.





