Wawasan Polewali – Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Polman agar segera mengumumkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Polman. Desakan tersebut disampaikan dalam aksi dan pernyataan sikap sebagai bentuk pengawalan terhadap proses penegakan hukum.
Mahasiswa menilai penanganan perkara ini harus dilakukan secara terbuka dan transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Soroti Lambannya Penetapan Tersangka
Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan kekecewaan atas belum diumumkannya pihak yang bertanggung jawab dalam dugaan penyimpangan dana hibah KONI Polman. Mereka menilai proses penyelidikan dan penyidikan telah berlangsung cukup lama, sehingga publik berhak mengetahui perkembangan terbaru kasus tersebut.
“Kami mendesak Kejari Polman untuk segera menetapkan dan mengumumkan tersangka agar keadilan dan kepastian hukum dapat ditegakkan,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.
Dana Hibah Harus Dipertanggungjawabkan
Mahasiswa menegaskan bahwa dana hibah KONI merupakan anggaran publik yang bersumber dari APBD dan seharusnya digunakan untuk pembinaan serta pengembangan olahraga di daerah. Dugaan penyalahgunaan dana tersebut dinilai mencederai semangat sportivitas dan merugikan masyarakat.
Mereka meminta agar aparat penegak hukum tidak ragu menindak siapa pun yang terlibat, tanpa pandang bulu.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Aliansi-mahasiswa-Cipayung-Plus-gelar-aksi-demonstrasi-di-kantor-DPRD-Kabupaten-Polman.jpg)
Baca juga: Sekda Polman Pimpin Dialog Kinerja, Tekankan Harmonisasi OPD dan Percepatan SOTK
Tuntut Transparansi Penegakan Hukum
Selain penetapan tersangka, mahasiswa juga menuntut Kejari Polman untuk menyampaikan secara terbuka hasil audit, nilai kerugian negara, serta alur penggunaan dana hibah KONI Polman yang diduga bermasalah.
Menurut mahasiswa, transparansi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Respons Kejari Polman
Menanggapi desakan tersebut, pihak Kejari Polman menyatakan bahwa proses penanganan perkara masih berjalan sesuai prosedur hukum. Kejari menegaskan akan bersikap profesional dan berhati-hati dalam menetapkan tersangka, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kecukupan alat bukti.
“Kami meminta masyarakat bersabar. Penanganan perkara ini terus berjalan dan akan kami sampaikan perkembangannya sesuai ketentuan,” ujar perwakilan Kejari Polman.
Komitmen Mahasiswa Kawal Kasus
Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal kasus dugaan korupsi hibah KONI Polman hingga tuntas. Mereka juga membuka kemungkinan untuk kembali menggelar aksi lanjutan jika tidak ada kejelasan dalam waktu dekat.
“Kami ingin memastikan hukum ditegakkan dan uang rakyat dikembalikan untuk kepentingan masyarakat,” tegas mahasiswa.
Harapan Publik
Kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Polman menjadi perhatian publik karena menyangkut pembinaan olahraga daerah. Masyarakat berharap Kejari Polman dapat menuntaskan perkara ini secara transparan, adil, dan tanpa intervensi, sehingga memberikan efek jera serta menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.





