, ,

KISAH Pilu Annisa Bayi 3 Bulan di Polman Minum Susu Pakai Air Sumur Keruh

oleh -116 Dilihat

Wawasan Polewali – Di balik geliat pembangunan dan hiruk pikuk aktivitas masyarakat, terselip kisah pilu seorang bayi berusia tiga bulan bernama Annisa yang tinggal di salah satu wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Annisa terpaksa mengonsumsi susu formula yang dicampur dengan air sumur keruh, akibat keterbatasan akses terhadap air bersih yang layak konsumsi.

Kondisi ini menggambarkan realitas pahit yang masih dihadapi sebagian masyarakat di daerah, terutama kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak.

Hidup di Tengah Keterbatasan Air Bersih

Keluarga Annisa tinggal di lingkungan yang hingga kini belum terjangkau pasokan air bersih memadai. Sumur yang menjadi satu-satunya sumber air rumah tangga tampak keruh, berwarna kecokelatan, dan tidak layak digunakan untuk konsumsi, terlebih bagi bayi.

Namun karena tidak ada pilihan lain, air tersebut tetap digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk mencampur susu formula Annisa.

Orang Tua Terpaksa Bertahan demi Anak

Orang tua Annisa mengaku berada dalam dilema berat. Dengan keterbatasan ekonomi dan kondisi lingkungan yang ada, mereka terpaksa menggunakan air sumur tersebut demi memenuhi kebutuhan makan sang bayi.

Setiap hari, mereka hanya bisa berharap agar Annisa tidak mengalami gangguan kesehatan akibat air yang digunakan. Rasa khawatir selalu menghantui, namun kemampuan untuk membeli air galon secara rutin juga sangat terbatas.

Annisa
Annisa

Baca juga: Dilantik, Muhammad Akbar Resmi Pimpin DPRD Polman Gantikan Buditomo Abdullah

Ancaman Kesehatan bagi Bayi

Penggunaan air yang tidak layak konsumsi berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama bagi bayi yang sistem imunnya masih sangat rentan. Risiko diare, infeksi saluran pencernaan, hingga gangguan pertumbuhan menjadi ancaman nyata.

Kondisi Annisa menjadi gambaran betapa pentingnya akses air bersih sebagai kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar, terutama bagi tumbuh kembang anak.

Potret Ketimpangan Akses Layanan Dasar

Kisah Annisa mencerminkan masih adanya ketimpangan dalam pemenuhan layanan dasar di sejumlah wilayah. Air bersih, yang seharusnya menjadi hak setiap warga negara, belum sepenuhnya dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

Di tengah berbagai program pembangunan, persoalan air bersih di wilayah pedesaan atau pinggiran masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Harapan Akan Uluran Tangan Pemerintah

Keluarga Annisa berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait. Bantuan berupa akses air bersih, sumur bor layak, atau distribusi air bersih sangat dibutuhkan untuk menjamin kesehatan Annisa dan warga sekitar.

Mereka berharap kisah Annisa dapat mengetuk hati para pemangku kebijakan agar segera mengambil langkah nyata.

Perlu Respons Cepat dan Kolaborasi

Kondisi ini memerlukan respons cepat dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, dinas kesehatan, hingga instansi teknis penyedia air bersih. Penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga solusi jangka panjang agar masyarakat tidak lagi bergantung pada air yang tidak layak.

Pendampingan kesehatan bagi bayi dan ibu juga menjadi hal penting untuk mencegah dampak lebih serius.

Annisa dan Masa Depan yang Dipertaruhkan

Di usia yang masih sangat belia, Annisa seharusnya mendapatkan asupan yang bersih dan sehat demi masa depannya. Kisah pilu ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur besar, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar manusia paling mendasar.

Annisa hanyalah satu dari sekian banyak anak di pelosok negeri yang membutuhkan perhatian. Harapannya, kisah ini tidak berakhir sebagai cerita pilu semata, tetapi menjadi awal dari perubahan nyata.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.