Wawasan Polewali – Tiga warga Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian setelah terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang pria yang diduga tengah mabuk. Kasus ini kini dalam penanganan Polres Polman untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap kejadian.
Pengeroyokan Terjadi Usai Cekcok
Insiden pengeroyokan dilaporkan terjadi pada malam hari di salah satu ruas jalan pemukiman. Korban yang diketahui dalam kondisi dipengaruhi minuman keras disebut memicu keributan dengan warga sekitar sebelum akhirnya dikeroyok oleh tiga pelaku.
Menurut keterangan awal polisi, korban diduga sempat membuat kegaduhan dan memancing emosi warga. Situasi memanas dan berujung pada tindak kekerasan yang melibatkan lebih dari satu orang.
“Korban dalam keadaan mabuk dan terjadi percekcokan yang kemudian memicu pengeroyokan,” kata seorang penyidik.
Tiga Pelaku Datangi Kantor Polisi dengan Itikad Baik
Setelah mengetahui kasus tersebut menjadi perhatian aparat, tiga warga yang terlibat akhirnya memutuskan menyerahkan diri ke Polsek Wonomulyo. Mereka datang tanpa paksaan dengan harapan proses hukum dapat berjalan transparan dan adil.
Polisi mengapresiasi keputusan para pelaku yang memilih datang sendiri dan bersikap kooperatif. Hal ini mempermudah proses penyidikan, termasuk pengumpulan bukti serta keterangan dari semua pihak.
“Kami memberikan apresiasi karena ketiga terduga pelaku menunjukkan itikad baik. Proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur,” ujar Kapolsek Wonomulyo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/dodadi-Kecamatan-Wono.jpg)
Baca juga: Rumah Warga Binuang Polman Dibobol Pencuri, Uang Rp 4 Juta dan Hiasan Rumah Raib
Kondisi Korban Sudah Ditangani
Korban pengeroyokan disebut mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya dan telah mendapatkan perawatan medis. Polisi memastikan kondisi korban semakin membaik dan kini tengah dimintai keterangannya untuk memperkuat proses pemeriksaan.
Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan, apa pun alasannya, tetap akan ditindak secara hukum.
“Tak ada alasan pembenaran bagi tindakan main hakim sendiri,” tambah Kapolsek.
Polisi Dalami Motif dan Peran Masing-Masing
Saat ini, penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku dalam insiden tersebut. Pemeriksaan saksi dan rekonstruksi lapangan kemungkinan dilakukan dalam waktu dekat untuk memastikan kejelasan kronologi.
Polisi membuka peluang adanya tersangka tambahan jika ditemukan bukti baru dalam proses penyelidikan.
“Kami masih mengumpulkan keterangan. Jika ada pihak lain yang terlibat, tentu akan kami tindak,” jelas penyidik.
Imbauan Polisi kepada Masyarakat
Kasus ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dan menghindari tindakan kekerasan. Polisi mengimbau warga untuk melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu ketertiban, terutama bila melibatkan orang yang terpengaruh alkohol.
“Kami mengajak masyarakat menjaga situasi tetap aman. Jika ada keributan, segera lapor ke pihak berwajib,” tegas pihak kepolisian.





