Wawasan Polewali – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Pancasila Lantora, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan keagamaan ini tidak hanya menjadi momentum refleksi spiritual, tetapi juga sarana memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Polewali Mandar bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah yang memadati masjid.
Peringatan Isra Mikraj Berlangsung Khidmat
Peringatan Isra Mikraj diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tausiah keagamaan yang mengingatkan umat Islam akan makna perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW sebagai landasan penguatan iman dan ketakwaan.
Suasana khidmat terasa sejak awal hingga akhir acara, mencerminkan antusiasme masyarakat dalam memperingati salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam tersebut.
Bupati Polman Tekankan Nilai Spiritual dan Sosial
Dalam sambutannya, Bupati Polman menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa religius semata, tetapi juga mengandung pesan sosial yang kuat. Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Isra Mikraj sebagai penguat ukhuwah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Baca juga: KISAH Pilu Annisa Bayi 3 Bulan di Polman Minum Susu Pakai Air Sumur Keruh
Masjid Bukan Sekadar Tempat Ibadah
Bupati Polman menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis yang lebih luas dari sekadar tempat ibadah. Masjid diharapkan menjadi pusat kegiatan umat, mulai dari pendidikan, sosial, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
“Masjid harus menjadi pusat peradaban umat, tempat lahirnya gagasan dan kegiatan yang memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dorong Peran Masjid dalam Penguatan Ekonomi Umat
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Polman secara khusus menekankan peran masjid dalam mendukung ekonomi umat. Ia mendorong pengelola masjid dan jamaah untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi produktif berbasis masjid, seperti koperasi masjid, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional, serta pembinaan UMKM jamaah.
Langkah ini dinilai mampu membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi umat.
Masjid sebagai Pusat Edukasi dan Pemberdayaan
Selain ekonomi, masjid juga diharapkan menjadi pusat edukasi keagamaan dan pembinaan generasi muda. Melalui kegiatan pengajian, pelatihan keterampilan, dan pembinaan karakter, masjid dapat berperan aktif dalam membentuk masyarakat yang religius dan berdaya saing.
Bupati menilai Masjid Pancasila Lantora memiliki potensi besar untuk menjadi contoh masjid yang aktif dan produktif di Kabupaten Polewali Mandar.
Apresiasi kepada Pengurus Masjid dan Jamaah
Bupati Polman memberikan apresiasi kepada pengurus Masjid Pancasila Lantora atas komitmen dan peran aktifnya dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan sosial. Ia juga mengapresiasi partisipasi jamaah yang dinilai turut menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong.
Sinergi antara pemerintah, pengurus masjid, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pemberdayaan umat.
Harapan Peran Masjid Semakin Optimal
Menutup sambutannya, Bupati Polman berharap peringatan Isra Mikraj ini dapat menjadi titik awal penguatan peran masjid dalam berbagai aspek kehidupan umat. Pemerintah daerah, lanjutnya, siap mendukung program-program positif yang digagas berbasis masjid demi terwujudnya masyarakat Polman yang religius, sejahtera, dan berdaya.
Peringatan Isra Mikraj di Masjid Pancasila Lantora pun diharapkan membawa berkah serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.





