Wawasan Polewali – Bupati Samsul Mahmud melakukan peninjauan langsung terhadap uji coba incinerator ramah lingkungan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Binuang. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Daerah dalam menghadirkan solusi modern terhadap pengelolaan sampah yang semakin meningkat setiap tahun.
Uji Coba Berjalan Lancar
Dalam kunjungannya, Bupati Samsul Mahmud menyaksikan secara langsung bagaimana mesin incinerator bekerja mengolah sampah dengan metode pembakaran bersuhu tinggi yang lebih efisien dan minim polusi. Uji coba yang melibatkan tenaga teknis dan petugas kebersihan itu berjalan lancar.
“Ini adalah teknologi yang kita butuhkan. Dengan incinerator yang ramah lingkungan, kita dapat mengurangi volume sampah secara signifikan tanpa menimbulkan pencemaran udara,” ujar Bupati.
Ia menambahkan bahwa teknologi ini juga menjadi opsi terbaik untuk daerah dengan keterbatasan lahan tempat pembuangan akhir.
Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Meski masih tahap uji coba, pemerintah optimistis incinerator tersebut dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam menangani persoalan sampah rumah tangga, industri kecil, dan sampah pasar yang selama ini menumpuk di TPA.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjelaskan bahwa incinerator yang diuji coba merupakan model terbaru yang dilengkapi sistem filtrasi emisi untuk memastikan gas buang tidak mencemari udara.
“Mesinnya sudah memenuhi standar ramah lingkungan. Hasil pembakaran juga jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional,” terangnya.

Baca juga: Transfer Pusat Dipangkas, APBD Polman 2026 Turun Rp127 Miliar
Pekerja dan Warga Dilibatkan
Selain mengawasi proses teknis, Bupati juga berdialog dengan petugas kebersihan dan warga sekitar untuk menyerap aspirasi dan masukan. Ia menekankan bahwa keberhasilan teknologi ini sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah mulai dari rumah.
“Teknologi ini penting, tetapi perilaku masyarakat juga harus berubah. Pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama,” tegasnya.
Warga yang tinggal di sekitar TPST Binuang menyambut baik keberadaan incinerator tersebut karena diharapkan mampu mengurangi tumpukan sampah dan bau tidak sedap.
Dorong Efisiensi Pengelolaan Sampah Daerah
Dengan hadirnya incinerator ramah lingkungan, Pemkab Binuang berharap dapat memangkas biaya operasional pengangkutan sampah serta mempercepat proses penanganan. Mesin ini tidak hanya mengurangi volume sampah hingga 90 persen, tetapi juga membantu memperpanjang usia TPA.
DLH juga menyiapkan pelatihan bagi petugas agar mampu mengoperasikan incinerator secara aman dan efisien. Pemerintah berencana menambah unit incinerator jika tahap uji coba dinilai berhasil.
Komitmen Bupati Samsul Mahmud
Bupati menegaskan bahwa inovasi dalam pengelolaan sampah merupakan prioritas pemerintah demi menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Ia juga membuka kemungkinan kerja sama dengan pihak swasta dan lembaga teknologi untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu.
“Kita ingin masyarakat Binuang hidup di lingkungan yang layak, bersih, dan bebas dari ancaman penyakit akibat sampah. Ini adalah komitmen kita bersama,” tandasnya.
Uji coba incinerator di TPST Binuang dijadwalkan berlanjut dalam beberapa hari ke depan sebelum masuk tahap evaluasi dan penetapan operasional penuh.





