Wawasan Polewali – Banjir mendadak menggenangi dan mengepung salah satu lokasi wisata di Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Peristiwa tersebut terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu sejak beberapa jam sebelumnya, menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke kawasan wisata serta permukiman warga.
Situasi darurat ini membuat kepolisian bersama tim gabungan bergerak cepat mengevakuasi warga dan pengunjung yang terjebak banjir.
Hujan Deras Picu Luapan Sungai
Berdasarkan informasi di lapangan, hujan deras yang berlangsung cukup lama mengakibatkan aliran sungai di sekitar lokasi wisata tidak mampu menampung debit air. Luapan air dengan cepat merendam akses jalan masuk, area parkir, hingga sejumlah fasilitas wisata.
Kondisi tersebut membuat warga dan pengunjung panik karena air naik dalam waktu singkat, sementara jalur keluar mulai terendam.
Polisi Lakukan Evakuasi Cepat
Personel Polsek Anreapi dibantu aparat TNI, BPBD, dan relawan segera melakukan evakuasi terhadap warga dan pengunjung wisata. Evakuasi dilakukan dengan mengutamakan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan.
Beberapa pengunjung dievakuasi menggunakan kendaraan dinas dan peralatan seadanya, sementara sebagian lainnya dibimbing keluar menuju lokasi yang lebih aman.
Kapolsek Anreapi menyampaikan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan banjir tersebut.
“Kami fokus mengevakuasi warga dan pengunjung agar tidak ada korban jiwa. Alhamdulillah semua berhasil dievakuasi dengan selamat,” ujarnya.

Baca juga: Setahun Pemerintahan ASSAMI, PMII Polman: Ke Mana Arah Visi dan Misi Dibawa?
Aktivitas Wisata Lumpuh Sementara
Akibat banjir, aktivitas wisata di kawasan tersebut dihentikan sementara. Air merendam sejumlah fasilitas, termasuk pondok wisata dan jalur pedestrian, sehingga dinilai tidak aman untuk dikunjungi.
Pengelola wisata bersama aparat setempat memasang imbauan agar masyarakat tidak mendekati lokasi hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Warga Diminta Waspada Banjir Susulan
Polisi dan BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan sekitar kawasan wisata Anreapi, untuk meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan yang masih berpotensi tinggi dikhawatirkan memicu banjir susulan.
Masyarakat juga diminta segera melapor kepada aparat apabila melihat tanda-tanda kenaikan debit air atau kondisi darurat lainnya.
BPBD Lakukan Pendataan dan Pemantauan
BPBD Polewali Mandar melakukan pendataan terhadap dampak banjir, termasuk jumlah warga terdampak dan kerusakan fasilitas umum. Tim juga melakukan pemantauan debit air sungai secara berkala untuk mengantisipasi kondisi terburuk.
Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun beberapa warga mengalami kerugian materiil.
Apresiasi untuk Respons Cepat Aparat
Warga dan pengunjung yang berhasil dievakuasi menyampaikan apresiasi atas respon cepat aparat kepolisian dan tim gabungan. Tindakan sigap tersebut dinilai berhasil mencegah jatuhnya korban di tengah situasi yang cukup mencekam.
“Kami panik karena air naik cepat, tapi polisi cepat datang dan membantu kami keluar,” ungkap salah seorang pengunjung.
Imbauan Keselamatan
Sebagai langkah pencegahan, aparat mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas wisata alam saat cuaca ekstrem, terutama di kawasan sungai dan perbukitan. Keselamatan diharapkan menjadi prioritas utama bagi warga maupun wisatawan.





