, , ,

Arus Deras Rusaki Sayap Jembatan Ruas Mapilli–Piriang Polman, PUPR Sulbar Turunkan Tim Perbaiki

oleh -215 Dilihat

Wawasan Polewali – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan arus sungai meningkat tajam dan merusak bagian sayap Jembatan Mapilli–Piriang. Kerusakan tersebut membuat akses masyarakat terganggu dan menimbulkan kekhawatiran warga akan potensi kerusakan lanjutan jika tidak segera ditangani.

Kerusakan Terjadi Akibat Debit Air Meningkat

Menurut laporan warga dan aparat desa setempat, kerusakan tampak pada sisi jembatan yang tergerus aliran air sungai. Erosi terjadi cukup cepat karena intensitas hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat drastis.

“Sayap jembatan mengalami kerusakan dan tanah penyangga di sisi kanan mulai terkikis. Jika hujan terus turun, kami khawatir pondasi ikut terancam,” ujar salah seorang warga Mapilli.

Jembatan tersebut merupakan jalur vital penghubung antara dua kecamatan dan menjadi akses utama untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga distribusi barang.

PUPR Sulbar Gerak Cepat Turunkan Tim ke Lokasi

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat langsung menurunkan tim teknis untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal. Langkah cepat ini dilakukan guna memastikan kerusakan tidak semakin meluas serta menjamin keselamatan pengguna jalan.

Kepala Dinas PUPR Sulbar mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan sejak hari pertama kerusakan terjadi dan langsung menginstruksikan tim turun ke lapangan.

“Tim sudah melakukan survei visual dan pendataan tingkat kerusakan. Kami sedang menyiapkan langkah perbaikan darurat agar akses yang ada tetap aman digunakan masyarakat,” jelasnya.

Jembatan Ruas Mapilli–Piriang
Jembatan Ruas Mapilli–Piriang

Baca juga: Pemkab Polman Benahi 3 Drainase Penyebab Banjir Kota Polewali, Anggaran Rp 1,3 Miliar

Perbaikan Darurat: Penguatan Struktur dan Pengamanan Akses

Upaya perbaikan ditujukan untuk menahan erosi yang semakin meningkat. Tim PUPR mulai melakukan:

  • Penimbunan kembali tanah yang tergerus.

  • Pemasangan bronjong atau penahan batu untuk memperkuat sisi jembatan.

  • Penataan ulang aliran air sementara guna mengurangi tekanan pada bagian yang rusak.

  • Pemasangan rambu peringatan bagi pengendara.

Langkah ini diambil sambil menunggu evaluasi teknis lanjutan yang menentukan apakah jembatan membutuhkan perbaikan struktural dalam skala besar.

Masyarakat Apresiasi Respons Cepat Pemerintah

Warga setempat menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah daerah dalam menindaklanjuti kerusakan tersebut. Mereka berharap pembangunan atau perbaikan struktur jangka panjang segera dilakukan agar kerusakan tidak terulang di kemudian hari.

“Kami berterima kasih karena tim PUPR langsung turun. Semoga ada perbaikan yang lebih kuat supaya tidak terjadi lagi saat musim hujan,” ujar seorang warga Piriang.

PUPR Sulbar Ingatkan Warga Tetap Waspada

Mengingat curah hujan yang masih tinggi, PUPR Sulbar mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi jembatan, terutama pada malam hari. Selain itu, warga di sekitar bantaran sungai diminta aktif melaporkan bila menemukan tanda-tanda erosi tambahan.

“Kondisi cuaca belum stabil, sehingga kami minta semua pihak waspada. Jika ada perkembangan di lapangan, segera laporkan agar penanganannya cepat,” tegas pihak PUPR.

Mitigasi Infrastruktur Menjadi Prioritas

Kerusakan jembatan ini menjadi pengingat bahwa upaya mitigasi infrastruktur—terutama di wilayah rawan banjir dan erosi—perlu terus diperkuat. PUPR Sulbar menegaskan komitmennya untuk mengevaluasi seluruh jembatan strategis yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.