Wawasan Polewali – Sejumlah warga di Kelurahan Wai Tipalayo, Kabupaten Polewali Mandar, mengeluhkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat. Pasalnya, aliran air yang biasa mereka gunakan sehari-hari tiba-tiba mati tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu dari pihak PDAM. Kondisi ini membuat warga harus pontang-panting mencari sumber air alternatif.
Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Mati mendadaknya aliran air PDAM membuat aktivitas warga terganggu. Banyak pelanggan yang harus menampung air seadanya atau membeli air galon untuk kebutuhan minum, memasak, hingga mandi.
“Seharusnya kalau ada gangguan atau perbaikan, kami diberi tahu dulu. Jangan sampai air mati tiba-tiba begini. Kami jadi repot, apalagi kebutuhan air itu mendesak setiap hari,” keluh Rahma (37), salah satu warga Wai Tipalayo.
Menurut warga lainnya, kondisi ini sudah beberapa kali terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Namun, hingga kini belum ada perbaikan sistem pelayanan yang nyata dari pihak PDAM.
Tak Ada Informasi Resmi dari PDAM
Yang membuat warga semakin kecewa adalah tidak adanya pemberitahuan resmi, baik melalui media sosial, selebaran, maupun pesan singkat. Padahal, pelanggan rutin membayar tagihan setiap bulannya.
“Kami bayar lancar, tapi pelayanan justru mengecewakan. Kalau ada kendala, seharusnya PDAM transparan dan memberi penjelasan, bukan dibiarkan pelanggan bingung,” ujar Herman (45), warga lainnya.

Baca juga: Kematian Husain Masih Misterius, Polisi Tunggu Hasil Otopsi RS Bhayangkara
Aktivitas Ekonomi Ikut Terganggu
Tidak hanya rumah tangga, pedagang makanan dan usaha kecil di kawasan Wai Tipalayo juga terdampak. Beberapa warung terpaksa menutup lebih cepat karena tidak bisa beroperasi tanpa ketersediaan air.
“Air ini kebutuhan utama. Kalau tidak ada air, bagaimana kami mau masak untuk pelanggan? Kerugian pasti ada,” ungkap Nurmiati (50), pedagang warung makan.
Desakan untuk PDAM
Masyarakat berharap PDAM lebih sigap dalam mengelola pelayanan. Transparansi informasi menjadi hal yang paling ditekankan warga agar kejadian serupa tidak berulang.
“Air itu kebutuhan vital. Kalau ada gangguan, cukup umumkan secara jelas agar warga bisa menyiapkan cadangan air. Jangan sampai masyarakat selalu jadi korban,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.
Tanggapan Awal Pihak PDAM
Hingga berita ini diturunkan, pihak PDAM Polewali Mandar belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab gangguan aliran air di wilayah Wai Tipalayo. Namun sejumlah petugas lapangan terlihat melakukan pengecekan pipa distribusi di beberapa titik.
Warga berharap, ke depan PDAM dapat meningkatkan kualitas layanan, termasuk memastikan aliran air tetap lancar serta memberikan informasi cepat bila ada perbaikan atau gangguan.





