Wawasan Polewali – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Polewali Mandar (Polman) mencatat kinerja signifikan dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika sepanjang tahun 2025. Hingga akhir tahun, BNNK Polman berhasil mengungkap tujuh kasus tindak pidana narkotika dengan barang bukti berupa ganja seberat 32 gram dan sabu sekitar 400 gram.
Pengungkapan kasus ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam memerangi peredaran gelap narkotika yang dinilai masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah Polewali Mandar.
Rincian Kasus dan Barang Bukti
Dari tujuh kasus yang berhasil diungkap, sebagian besar melibatkan peredaran narkotika jenis sabu, sementara sisanya terkait penyalahgunaan ganja. Barang bukti yang diamankan berupa sabu dengan total berat mencapai sekitar 400 gram serta ganja seberat 32 gram.
Selain narkotika, petugas juga mengamankan sejumlah barang pendukung lainnya, seperti alat isap, timbangan digital, serta perangkat komunikasi yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkoba.
Modus Peredaran Masih Konvensional
BNNK Polman mengungkapkan bahwa para pelaku masih menggunakan modus peredaran yang relatif konvensional, mulai dari sistem transaksi langsung hingga memanfaatkan jaringan pertemanan. Meski demikian, beberapa kasus juga menunjukkan indikasi adanya jaringan lintas wilayah yang memanfaatkan Polman sebagai daerah transit.
Kondisi ini menjadi perhatian serius aparat, mengingat wilayah Polewali Mandar memiliki jalur transportasi darat dan laut yang cukup strategis.

Baca juga: Angin Kencang Rusaki Atap Rumah Warga di Anreapi Polman
Komitmen BNNK Polman Berantas Narkoba
BNNK Polman menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran narkotika. Selain penegakan hukum, pendekatan preventif melalui edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba juga terus digencarkan.
Program penyuluhan ke sekolah-sekolah, instansi pemerintah, serta masyarakat umum dinilai penting untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika sejak dini.
Peran Masyarakat Sangat Diperlukan
Keberhasilan pengungkapan kasus narkotika tidak lepas dari peran serta masyarakat. Informasi dan laporan dari warga menjadi salah satu faktor penting dalam mendeteksi dan mengungkap jaringan peredaran narkoba.
BNNK Polman mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkotika, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Ancaman Narkoba bagi Generasi Muda
Peredaran narkotika dinilai sangat membahayakan masa depan generasi muda. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga berdampak pada meningkatnya angka kriminalitas dan menurunnya produktivitas masyarakat.
Oleh karena itu, pencegahan berbasis keluarga, pendidikan, dan lingkungan sosial menjadi kunci penting dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.
Sinergi Antarinstansi Terus Diperkuat
Dalam menjalankan tugasnya, BNNK Polman terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya, seperti Polri, TNI, dan pemerintah daerah. Kerja sama lintas sektor ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan serta penindakan terhadap peredaran narkoba.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya nasional dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba.
Harapan ke Depan
Dengan capaian pengungkapan tujuh kasus sepanjang 2025, BNNK Polman berharap upaya pemberantasan narkotika dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Penegakan hukum yang tegas, dibarengi dengan pencegahan dan rehabilitasi, diharapkan mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba di Polewali Mandar.
BNNK Polman menegaskan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan komitmen bersama, demi melindungi masyarakat dan menyelamatkan generasi penerus bangsa.





